Sejarah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Babak baru telah dimasuki oleh perguruan tinggi kita, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan, hal ini dikarenakan telah dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia  Nomor  66  Tahun 2010, tentang  Perubahan  atas   Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Pengelolaan pendidikan yang dimaksud pada PP No. 66 Tahun 2010 adalah pengaturan kewenangan dalam penyelenggaraan sistem pendidikan nasional, sedangkan penyelenggara pendidikan adalah kegiatan pelaksanaan komponen sistem pendidikan pada satuan atau program pendidikan. Tujuan dari pengelolaan dan penyelenggara pendidikan agar proses pendidikan dapat berlangsung sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Pendirian Untirta dimulai dengan terbentuknya Yayasan Pendidikan Tirtayasa pada tanggal 01 Oktober 1980 berdasarkan Akte Notaris No: 1 Tahun 1980, kemudian dilakukan penyempurnaan dan dikukuhkan kembali dengan akte Notaris Ny. R. Arie Soetardjo, Nomor 1, Tanggal 03 Maret 1986.

Kata Tirtayasa (Bahasa Sansekerta yang berarti Air Mengalir) diambil dari nama Pahlawan Nasional yang berasal dari Banten, yaitu Sultan Ageng Tirtayasa (Kepres RI Nomor: 045/TK/1070). Nama Asli Sultan Ageng Tirtayasa adalah Abul Fatih Abdul Fatah, pewaris ke-IV tahta Kesultanan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa dianugerahi tanda jasa Pahlawan Nasional karena dengan gigih menentang penjajahan Belanda dan berhasil membawa kejayaan dan ke-emasan Kesultanan Banten.

Langkah awal Yayasan Pendidikan Tirtayasa mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) pada tahun 1981 disusul dengan pendirian Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) pada tahun 1982. Berbarengan dengan pendiran STKIP, Yayasan Krakatau Steel Cilegon mendirikan Sekolah Tinggi Teknik (STT) yang selanjutnya STT bergabung dengan Yayasan Pendidikan Tirtayasa  untuk persiapan berdirinya Universitas Tirtayasa Serang – Banten.

Universitas Tirtayasa Serang – Banten merupakan penggabungan dari STIH, STKIP dan STT berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor; 0596/0/1984,  tanggal          28 November 1984, maka berubahlah status masing-masing sekolah tinggi menjadi Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Teknik.

Seiring dengan harapan masyarakat Banten, dari tahun ke tahun Universitas Tirtayasa mengembangkan pendirian fakultas dan program studi baru ditandai dengan berdirinya Fakultas Pertanian berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor: 0123/0/1989, tanggal 08 Maret 1989, dan Fakultas Ekonomi dengan Surat Keputusan Mendikbud Nomor: 0331/0/1989, tanggal 30 Mei 1989.

Perubahan sosial politik yang terjadi di Indonesia telah ikut mempengaruhi perubahan yang terjadi pada Untirta. Didasari oleh perkembangan Untirta sebagai Perguruan Tinggi Swasta yang kurang signifikan dan spirit era reformasi  telah mendorong Pimpinan Universitas dan para Pimpinan Fakultas di lingkungan Universitas Tirtayasa serta Pengurus Yayasan Pendidikan Tirtayasa dan dukungan para tokoh Banten mengusulkan penegerian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa kepada pemerintah pusat melalui Departemen Pendidikan Nasional. Selanjutnya pada tanggal 13 Oktober 1999 keluarlah Keppres RI Nomor; 130/1999 tentang Persiapan Perguruan Tinggi Negeri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Atas kerja keras dan kesungguhan dari pimpinan Untirta dan pengurus Yayasan maka pada tahun 2001 berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor: 32 tanggal 19 Maret 2001 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa secara resmi ditetapkan menjadi PerguruanTinggi Negeri definitif.

Pada Tahun Akademik 2002/2003 dibuka Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, sehingga pada awal Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menjadi Perguruan Tinggi Negeri memiliki 6 (enam) Fakultas. Pada tanggal 17 Februari 2003 telah dilantik Rektor definitif negeri oleh Mendiknas berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor: 36/M/tahun 2003. Saat ini Universitas Sultan Ageng Tirtayasa terdiri dari enam fakultas, yaitu: Fakultas Hukum (FH), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Pertanian (FP), Fakultas Ekonomi (FE) dan  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), dan Program Pasca Sarjana. Saat ini Universitas Sultan Ageng Tirtayasa terus berupaya melakukan perubahan-perubahan dan perbaikan-perbaikan, baik di bidang kelembagaan, akademik, maupun pada bidang kemahasiswaan.

Terlebih saat ini dengan dengan Fakultas baru yaitu fakultas Kedokteran, akan membawa Untirta menjadi World Class University.